Senin, 15 Desember 2014

Retail Formulas

Harga Pokok Penjualan (HPP) : harga beli kepada pihak supplier yang sudah disepakati (belum termasuk PPN). 

Harga Jual (Sales Price) : Harga jual yang ditetapkan (belum termasuk PPN).

Label Price : Harga jual yang ditetapkan terhadap produk (sudah termasuk PPN).

Margin : Nilai keuntungan awal yang diambil dari barang yang akan dijual (satuan percent %).

Profit : Nilai keuntungan yang diambil dari barang yang dijual (dalam Rp). 

Mark Up : Perubahan harga jual yang menyebabkan margin naik. 
Mark Down : Perubahan harga jual yang menyebabkan margin turun.

STD (Struk per Day) / Customer Count : Jumlah customer yang bertransaksi di kasir pada periode tertentu (hari/bulan). Identik juga dengan jumlah bon (struk belanja). 

Customer Traffic : Jumlah customer yang berkunjung ke toko pada periode tertentu (hari/bulan), dihitung dengan alat bantu.

APC (Average Purchase Customer) / Basket Size / Buying Power : Nilai rata-rata pembelanjaan tiap customer pada periode tertentu (hari/bulan).

Convertion Rate : Banyaknya pelanggan baru yang terjaring karena promosi ataupun impulse buying.

Average Stock (Stock Rata-rata) : Perhitungan nilai rata-rata stock dalam suatu periode. 

Day Sales Inventory (DSI) ; Ukuran seberapa cepat nilai stok yang ada dapat terjual. Atau ratio untuk mengetahui nilai stoknya itu cukup untuk mengcover berapa hari penjualan.

Produktivitas Karyawan (Sales Productivity) : Nilai untuk mengukur sales yang dihasilkan tiap karyawan. 

GMROI (Gross Margin Return On Inventory) : Keuntungan dari hasil pengelolaan/investasi suatu inventory. Berapa keuntungan dari setiap rupiah yang ditanam dalam bentuk rata-rata stok yang ada. 

Space Productivity : Nilai untuk mengukur sales yang dihasilkan tiap m2 selling floor.

GMROS (Gross Margin Return On Space) : nilai untuk mengukur laba kotor yg dihasilkan setiap m2.

Kamis, 11 Desember 2014

Retail - at a glance


Definisi dari retail menurut Berman dan Evans (2001:3) ;

“retail consists of the business activities involved in selling goods and services to consumers for their personal, family, or household use.” 

yang bisa diartikan bahwa retail merupakan kegiatan bisnis yang terlibat dalam penjualan barang maupun jasa kepada konsumen untuk kebutuhan pribadi, kebutuhan keluarga, atau kebutuhan rumah tangga. 

Sedangkan Menurut Kamus, retail adalah penjualan barang atau jasa kepada khalayak (Manser, 1995).

Jadi bisnis retail adalah kegiatan penjualan barang dan jasa antara pedagang dan konsumen dimana didalamnya terdapat akttivitas-aktivitas yang saling mendukung dan mempengaruhi.

Klasifikasi bisnis retail :

1. Kepemilikan (owner).
  • Single-Store Retailer (tipe yang paling banyak jumlahnya dengan ukuran toko umumnya dibawah 100 m²).
  • Rantai Toko Retail (toko retail dengan banyak cabang dan dimiliki oleh institusi perseroan).
  • Waralaba (toko yang dibangun berdasarkan kontrak kerja sama waralaba antara terwaralaba dengan pewaralaba).
2. Merchandise Category.
  • Specialty Store (menjual satu jenis kategori barang).
  • Grocery Store (menjual barang groceries).
  • Departement Store (menjual sebagian besar bukan kebutuhan pokok, fashionable).
  • Hyperstore (menjual barang dalam rentang kategori barang yang sangat luas).

3. Luas Sales Area.
  • Small Store (kurang dari 100 m²).
  • Minimarket (antara 100 -1.000 m²).
  • Supermarket (antara 1.000 -5.000 m²).
  • Hypermarket (lebih dari 5.000 m²).
4. Jenis Pelayanan.

    • Personal Service ; 
      pelayanan khusus yang dilakukan perorangan kepada pelanggan yang cukup istimewa, sehingga pelanggan dapat lebih mudah, mendapatkan barang yang diinginkan. Contohnya : toko perhiasan, showroom mobil.

    • Self Service ; 
      pelayanan yang dilakukan sendiri oleh konsumen. Contohnya : supermarket, toko buku.

    • Assisted Service ; 
      pelayanan yang dilakukan oleh pegawai-pegawai kepada pembeli. Pembeli yang didampingi dan dibantu dalam mencari barang yang diinginkan. Contohnya : toko furniture.

    • Mechanic ; 
      penjualan barang dibantu dengan mesin otomatis atau alat mekanik dengan cara menerima barang setelah memasukkan uang koin ke dalam mesin. Contohnya : mesin penjual minuman kaleng.

    • Order System ; 
      konsumen dapat membeli barang yang diinginkan melalui telepon dan barang tersebut diantar ke tujuan dengan tambahan ongkos kirim. Biasanya sistem ini diterapkan pada restoran.

    • Mail Order ; 
      pelayanan dilakukan melalui surat kiriman. Pelanggan ditawarkan melalui pos dan barang akan dikirim melalui pos juga.

    5. Non-Store Retailer.
    • Multi-Level-Marketing (MLM) : penjualan barang secara langsung dengan sistem komisi penjualan berperingkat berdasarkan status keanggotaan dalam distribution lines.
    • Mail & Phone Order Retailer : melakukan penjualan berdasarkan pesanan melalui surat atau telepon.
    • Internet/Online Store (e-Commerce) : adopsi internet kedalam bentuk online retailing.




    Green, William R. 1986. The Retail Shop. USA: Van Nostrand reinhold Company. Inc.

    Ketchum, Morris. 1957. Shop & Stores. New York: Reinhold Publishing Corp.